
JAKARTA (26 September 2026): Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) INSIDA resmi menggelar agenda tahunan Kuliah Umum untuk Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Kampus STIT INSIDA. Mengangkat tema “Membangun Budaya Hidup Sehat Melalui Ilmu, Pendidikan, dan Inovasi”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam serta penguatan kapasitas bagi seluruh Civitas Academica mengenai pentingnya menjaga kesehatan, utamanya dengan mengkonsumsi “daun kelor”.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Latansa, Prof. Dr. KH. Arief Al Imroni, M.Si.; Ketua Yayasan Al Ghuraba, Dr. H. Bambang, S.H., M.H.; serta Guru Besar Teknik UNESA, Prof. Dr. Mujir, M.T.
Dalam sambutannya, Ketua STIT INSIDA, Asep Kusnadi, M.Pd., menegaskan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan tubuh sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari, baik bagi para dosen maupun mahasiswa. “Untuk menjaga kesehatan tubuh, diperlukan asupan gizi yang tidak hanya baik tetapi juga halal. Melalui kuliah umum ini, kita ingin membangun pemahaman bahwa pola hidup sehat adalah bagian tak terpisahkan dari ikhtiar pendidikan,” ujar Asep Kusnadi, M.Pd.

Kuliah Umum ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ismawati, S.Pd., M.Kes., Guru Besar Ilmu Gizi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dengan moderator Kaprodi PIAUD Ibu Desty Survia, M.Pd dan pembawa acara Dr. Rosnany Mokodompit. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas pentingnya penerapan gizi seimbang, inovasi pemanfaatan bahan herbal, hingga potensi luar biasa tanaman kelor bagi kesehatan.
Peserta yang memadati Aula STIT INSIDA terdiri dari mahasiswa lintas program studi, mulai dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), hingga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi sepanjang jalannya sesi diskusi.
Para mahasiswa menyambut positif materi yang disampaikan. Bagi para calon pendidik ini, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menambah wawasan pribadi, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk diedukasikan kepada peserta didik dan masyarakat luas di masa depan khususnya dalam menerapkan pola hidup sehat berbasis gizi halal dan pemanfaatan herbal.
