Peningkatan Pedagogik Dosen PTKIS : Perkuat Implementasi Pembelajaran Berbasis Outcome

Jakarta, 15 September 2026 — Kegiatan Peningkatan Pedagogik Dosen PTKIS dilaksanakan di Aula 1, Kopertais 1 UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini membahas penguatan kompetensi pedagogik dosen melalui penerapan Outcome Based Education (OBE), Case Method, Problem Based Learning (PBL), dan Team Based Project dalam proses pembelajaran. Pada sesi pertama, Bapak Katharine, M.Kep., Ph.D., membahas konsep Outcome Based Education (OBE) sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian dan profil lulusan. Implementasi OBE perlu mempertimbangkan proses belajar mahasiswa, kompetensi yang harus dikuasai, profil lulusan, serta relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja.

OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar dalam perancangan pembelajaran, mulai dari Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), strategi pembelajaran, kedalaman materi, hingga asesmen. Keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur melalui nilai, tetapi juga melalui kemahiran dan kompetensi nyata yang dimiliki lulusan.

Dalam implementasinya, dosen dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran, seperti PBL, Team Based Learning (TBL), Case Based Learning (CBL), dan Project Based Learning (PjBL). Sistem penilaian juga perlu disusun berdasarkan ranah dan indikator yang terukur serta selaras dengan capaian pembelajaran. Karena itu, RPS berbasis OBE perlu dirancang secara sistematis dengan memperhatikan kesesuaian antara tujuan, proses pembelajaran, dan asesmen.

Sesi kedua yang disampaikan Dr. Abdul Muin, M.Pd. berfokus pada Pengembangan Case Method dan Team Based Project dalam Perkuliahan melalui pendekatan Outcome Based Learning and Teaching (OBLT). OBLT menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar pengembangan proses pembelajaran. Dalam pendekatan ini, outcome merupakan capaian jangka panjang yang diturunkan dari CPMK, sedangkan output merupakan hasil pembelajaran yang dapat diamati dan diukur, seperti laporan dan presentasi mini riset, video pelaksanaan kegiatan, hasil ujian, serta aspek kerja sama, tanggung jawab, dan disposisi mahasiswa. Dalam Problem Based Learning, mahasiswa diarahkan untuk memecahkan permasalahan melalui tahapan orientasi terhadap

masalah, pengorganisasian kegiatan belajar, serta penelitian dan bimbingan secara individual maupun kelompok. PBL berorientasi pada solusi, sedangkan PjBL berorientasi pada produk atau karya. Melalui kegiatan ini, dosen PTKIS diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih terstruktur, relevan, dan berorientasi pada capaian. Implementasi OBE dan OBLT menjadi bagian strategis dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia profesional.

Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen serta mutu kelembagaan PTKIS di lingkungan Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten. Melalui berbagai program pengembangan yang terarah dan berkesinambungan, diharapkan seluruh PTKIS mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman, serta memiliki daya saing yang unggul di tingkat nasional maupun global.