JAKARTA (24 Juni 2026): Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) INSIDA
menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan perluasan jejaring akademik di kancah internasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Ketua I STIT INSIDA, Bapak Kosim, M.Pd.I., dalam perhelatan akbar International Seminar and The 15th Annual General Meeting (AGM) yang digelar pada Rabu, 24 Juni
2026.
Acara bergengsi yang mempertemukan berbagai akademisi, praktisi, dan pimpinan perguruan tinggi ini diselenggarakan di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, MA, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Rangkaian kegiatan berlangsung produktif dan penuh khidmat, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga berakhir pada pukul 20.00 WIB.
International Seminar tahun ini mengangkat isu-isu strategis seputar perkembangan pendidikan dan tantangan global yang dihadapi oleh institusi pendidikan Islam. Sementara itu, sesi Annual General Meeting (AGM) ke-15 fokus pada evaluasi program kerja tahunan serta perumusan langkah-langkah kolaboratif antar-institusi anggota untuk periode
mendatang.

Kehadiran Bapak Kosim, M.Pd.I. selaku perwakilan dari manajemen STIT INSIDA menjadi momentum penting untuk menyerap ide-ide inovatif sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis, baik dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, maupun pertukaran mahasiswa tingkat internasional. “Keikutsertaan STIT INSIDA dalam forum
internasional seperti ini adalah langkah nyata kami untuk terus bertransformasi. Kami berharap hasil dari seminar dan pertemuan tahunan ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas akademik dan daya saing lulusan STIT INSIDA di masa depan,” ujarBapak Kosim di sela-sela acara.

Dengan suksesnya penyelenggaraan acara yang berlangsung sehari penuh ini, STIT INSIDA semakin optimis dapat memperluas kontribusinya dalam ekosistem pendidikan tinggi. Sinergi yang terjalin dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta institusi global lainnya diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan dunia akademik
secara luas.
(Red: Asep Kusnadi)
