JAKARTA (23 Mei 2026): Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) INSIDA Jakarta sukses
menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan secara daring melalui platform webinar pada Sabtu,
23 Mei 2026. Mengangkat tema “Pendidikan Inklusif di Era Digital: Strategi dan Implementasi”,
acara ini membedah tantangan sekaligus peluang dalam menghadirkan ruang belajar yang ramah dan
terbuka bagi semua anak di tengah masifnya perkembangan teknologi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini mendapatkan antusiasme
yang luar biasa. Tercatat sebanyak 230 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, hingga praktisi
guru dari internal maupun eksternal kampus turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam ruang virtual
tersebut. Untuk mengupas tuntas tema besar ini, STIT INSIDA menghadirkan dua pakar pendidikan
nasional sebagai narasumber:
- Prof. Dr. H. Suyadi, M.A. (Dewan Pakar PP PIAUD). Dalam paparannya, beliau menyoroti
pentingnya kesiapan mental dan adaptasi teknologi bagi pendidik anak usia dini agar nilai-nilai
inklusivitas dapat ditanamkan sejak dini melalui bantuan media digital. - Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. (Ketua Umum PD PGMI Indonesia). Beliau memaparkan strategi
konkret dan implementasi kurikulum inklusif di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah.
Menurutnya, teknologi digital harus mampu menjadi jembatan (fasilitator), bukan pemisah, bagi
anak-anak dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan belajar.
Diskusi interaktif ini dipandu secara apik oleh Bunda Meity Hadzriana, M.Pd.I., yang
bertindak sebagai moderator. Beliau yang juga menjabat sebagai Dosen sekaligus Kepala Lembaga
Penjaminan Mutu (LPM) STIT INSIDA, berhasil menghidupkan suasana tanya jawab antara peserta
dan pembicara. Melalui webinar ini, STIT INSIDA Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk
terus berkontribusi dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Penggabungan konsep
inklusivitas dan digitalisasi diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam metode pembelajaran
yang tidak mendiskriminasi siapapun.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi virtual bersama seluruh peserta dan narasumber. Pihak
kampus berharap materi yang telah dipaparkan dapat diimplementasikan secara nyata oleh para guru
dan akademisi di instansi masing-masing demi kemajuan pendidikan nasional.
(Red: Asep Kusnadi)
